Walang Sangit Menjadi Ancaman Serius Bagi Petani

Hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) kembali menjadi ancaman serius bagi para petani, terutama petani padi. Serangga kecil ini, dengan ciri khas bau menyengat yang dihasilkannya, dapat menyebabkan kerugian hasil panen yang signifikan jika tidak segera ditangani. Kehadirannya di sawah, terutama pada fase pengisian bulir padi, dapat menghisap cairan bakal biji sehingga menyebabkan gabah menjadi hampa atau kualitasnya menurun drastis. Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Menurut laporan dari Kelompok Tani Sido Makmur di Kecamatan Jaya Loka, Kabupaten Subur, pada hari Kamis, 8 Mei 2025, serangan walang sangit mulai masif terjadi di areal persawahan mereka seluas 30 hektar. Bapak Karno, ketua kelompok tani tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika penanganan tidak dilakukan dengan cepat dan efektif, potensi kerugian hasil panen bisa mencapai 50%. Kejadian ini menambah daftar panjang ancaman serius yang dihadapi petani selain perubahan iklim dan fluktuasi harga pupuk.

Petugas Pengendali Hama dan Penyakit Tanaman (PPHP) dari Dinas Pertanian Provinsi Makmur Jaya, Bapak Agus, yang melakukan kunjungan lapangan pada tanggal 10 Mei 2025, mengidentifikasi populasi walang sangit yang cukup tinggi di beberapa titik persawahan. Beliau menjelaskan bahwa faktor cuaca yang lembab dan curah hujan yang tinggi dalam beberapa minggu terakhir turut berkontribusi pada perkembangbiakan hama ini. Bapak Agus menyarankan petani untuk segera melakukan langkah-langkah pengendalian secara terpadu, mulai dari penggunaan insektisida yang tepat dosis dan waktu aplikasi, hingga praktik sanitasi lingkungan sawah.

Lebih lanjut, dalam sosialisasi yang diadakan di Balai Desa Suka Tani pada tanggal 12 Mei 2025, yang dihadiri oleh perwakilan Polsek setempat, Bripka Roni, juga ditekankan pentingnya kewaspadaan dini terhadap serangan hama. Meskipun walang sangit bukan merupakan tindak pidana, dampaknya terhadap ekonomi petani sangat besar, dan diharapkan petani dapat bekerja sama dalam melakukan pencegahan dan pengendalian. Data dari Pusat Informasi Pengendalian Hama Provinsi Makmur Jaya mencatat bahwa kerugian akibat serangan walang sangit pada musim panen sebelumnya mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan, mencapai miliaran rupiah.

Oleh karena itu, kesadaran dan tindakan cepat dari petani, didukung oleh penyuluh pertanian dan pihak terkait, sangat dibutuhkan untuk mengatasi ancaman serius yang ditimbulkan oleh walang sangit ini. Pengendalian yang efektif dan berkelanjutan menjadi kunci untuk melindungi hasil panen dan memastikan kesejahteraan petani padi di berbagai daerah.