Setiap memiliki cerita seram, tapi Suster Jam Malam adalah legenda di sebuah rumah sakit tua. Mereka bukan hanya perawat biasa, mereka adalah penjaga yang tahu rahasia terdalam di balik pintu-pintu bangsal. Konon, di saat semua orang terlelap, ada tugas khusus yang harus mereka jalankan, yaitu merawat pasien yang tak terlihat.
Di bangsal nomor lima, ada beberapa kamar yang selalu kosong. Namun, setiap malam, akan datang, merapikan selimut dan mengganti bunga di vas. Mereka bertugas merawat para pasien yang sudah tidak memiliki wujud fisik, yaitu para arwah yang jiwanya masih terperangkap di sana.
Pasien-pasien ini adalah pasien bukan manusia. Mereka adalah korban kecelakaan, atau mereka yang meninggal secara tak terduga. Jiwa mereka yang gelisah tidak bisa pergi, sehingga mereka terus berkeliaran. Suster Jam Malam percaya, dengan memberikan perawatan dan perhatian, mereka bisa menenangkan arwah-arwah tersebut.
Tugas ini bukanlah hal yang mudah. Kadang-kadang, Suster Jam Malam akan mendengar bisikan, tangisan, atau melihat bayangan yang melintas. Namun, mereka harus tetap tenang, karena bertugas merawat arwah membutuhkan keberanian. Mereka harus bisa membedakan mana suara dari pasien hidup dan mana suara dari pasien lain.
Seorang suster baru pernah melihat suster senior berbicara sendirian di koridor. Ketika ditanya, suster senior itu hanya tersenyum. “Saya hanya menyapa. Ada pasien yang lewat,” jawabnya. Ini adalah bukti bahwa Suster Jam Malam telah menerima tugas mereka sebagai bagian dari pekerjaan.
Mereka bertugas merawat arwah-arwah itu dengan penuh ketulusan. Mereka percaya, jika arwah-arwah itu tidak dirawat, mereka bisa menjadi jahat dan mengganggu pasien lain. Mereka adalah penjaga, yang menjembatani dunia orang hidup dan orang mati.
Kisah tentang Suster Jam Malam ini adalah kisah horor yang nyata di dunia medis. Namun, itu juga sebuah pengingat bahwa empati harus diberikan kepada semua makhluk, baik yang hidup maupun yang sudah tiada.
Maka, jika Anda menginap di Rumah Sakit ini, dan melihat seorang suster tersenyum saat melewati kamar kosong, jangan merasa aneh. Mereka hanya bertugas merawat pasien mereka.
