Stop Damping-Off: Kiat Pengendalian Kelembaban dan Sterilisasi Media Tanam Bibit Pertanian

Damping-off adalah penyakit jamur yang sangat merugikan dalam pembibitan pertanian, menyerang bibit muda segera setelah berkecambah atau saat masih berupa semai kecil. Penyakit ini menyebabkan pangkal batang bibit melunak, berubah warna menjadi cokelat atau hitam, lalu roboh dan mati. Penyebab utama penyebaran penyakit ini adalah kondisi lingkungan yang terlalu lembab, menjadikan Pengendalian Kelembaban sebagai langkah pencegahan paling krusial. Kombinasi antara Pengendalian Kelembaban yang ketat dan sterilisasi media tanam adalah kunci untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup bibit yang tinggi dan keberhasilan panen di masa depan.

Penyakit damping-off umumnya disebabkan oleh patogen yang hidup di tanah, seperti Pythium, Fusarium, dan Rhizoctonia. Patogen-patogen ini berkembang pesat dalam kondisi media tanam yang terlalu basah, suhu dingin, dan sirkulasi udara yang buruk. Oleh karena itu, langkah pertama dalam pencegahan adalah sterilisasi media tanam. Media tanam yang umum digunakan, seperti campuran tanah, kompos, dan sekam, berpotensi membawa spora jamur. Proses sterilisasi dapat dilakukan secara kimia (menggunakan fungisida) atau termal (panas). Untuk skala kecil, sterilisasi termal sederhana dengan memanaskan media tanam di oven atau mengukusnya pada suhu minimum 82∘C selama 30 menit sangat efektif. Misalnya, di Balai Benih Pertanian Mandiri, proses sterilisasi media dilakukan setiap hari Jumat pukul 09.00 WIB untuk seluruh media tanam yang akan digunakan pada minggu berikutnya.

Setelah media tanam steril, fokus beralih ke Pengendalian Kelembaban di lingkungan persemaian. Kelembaban media tanam harus dijaga agar tetap lembab namun tidak tergenang. Teknik penyiraman dari bawah (bottom watering) dianjurkan untuk bibit muda. Teknik ini dilakukan dengan meletakkan tray semai di dalam wadah berisi air dangkal selama 10-15 menit agar air terserap dari bawah, dan segera mengangkatnya setelah media tanam terasa lembab di permukaan. Hindari penyiraman berlebihan dari atas, terutama menjelang malam, karena air yang menempel lama di pangkal batang bibit akan menciptakan lingkungan ideal bagi jamur. Selain itu, Pengendalian Kelembaban juga mencakup pengaturan kelembaban udara.

Sirkulasi udara yang baik adalah benteng pertahanan kedua. Di dalam greenhouse atau nursery, pastikan ada aliran udara yang konstan, yang dapat dibantu dengan kipas angin kecil yang dihidupkan beberapa jam sehari, terutama setelah penyiraman. Udara yang bergerak membantu mengeringkan permukaan media tanam dan daun, mengurangi risiko kondensasi yang mendorong pertumbuhan jamur. Pada kasus di Kebun Riset Tanaman Hortikultura, setelah terjadi wabah damping-off pada 15 Agustus 2024 yang menyebabkan kerugian 30% dari total bibit sawi, tim teknis segera memasang dua unit kipas sirkulasi dan menerapkan jadwal penyiraman yang ketat. Kipas dioperasikan setiap hari dari pukul 09.00 hingga 15.00 WIB, yang berhasil menghentikan penyebaran penyakit sepenuhnya dalam waktu empat hari. Pengalaman ini menunjukkan bahwa Pengendalian Kelembaban melalui sirkulasi udara adalah intervensi cepat yang sangat efektif dalam menyelamatkan bibit pertanian.