Kesehatan dan keselamatan para pekerja kasar di kawasan industri dan pertanian menjadi perhatian penting guna menjaga produktivitas kerja harian. Tim keselamatan kerja menggelar kegiatan pembekalan mengenai penerapan posisi tubuh ergonomis di Wirosari demi mencegah munculnya kecelakaan cedera otot pada buruh usung. Edukasi ini ditujukan bagi para pekerja panggul pabrik, buruh tani, dan pengangkut barang yang berisiko tinggi mengalami gangguan tulang belakang akibat teknik mengangkat beban yang salah. Pembekalan praktis ini mengajarkan cara memindahkan barang berat secara efisien tanpa membahayakan fisik.
Dalam peragaan langsung di lokasi kerja, dokter dan pakar ergonomi memperagakan posisi tubuh yang benar saat menekuk lutut dan menjaga kelurusan tulang belakang. Pencegahan bahaya cedera otot pinggang ditunjukkan dengan cara membagi beban secara merata pada kedua belah kaki serta mengeliminasi gerakan memutar badan secara mendadak saat memikul barang. Para pekerja diajarkan pula gerakan peregangan otot sederhana yang wajib dilakukan sebelum dan sesudah beraktivitas fisik berat di tempat kerja. Pengetahuan ini sangat berharga untuk mencegah penyakit akibat kerja jangka panjang.
Para buruh dan pekerja lapangan mengaku sangat terbantu dengan adanya simulasi dan pembekalan kesehatan kerja yang mudah dipraktikkan ini. Sebelum mendapatkan edukasi, banyak buruh yang mengeluhkan rasa nyeri hebat di bagian punggung dan leher akibat cara mengangkat beban yang asal-asalan. Ancaman cedera otot yang selama ini mengintai produktivitas harian para pekerja kini dapat diminimalisir secara drastis melalui kebiasaan kerja yang aman. Tenaga kerja yang sehat secara otomatis mendorong peningkatan efisiensi dan hasil kerja di kawasan industri.
Pihak pemilik pabrik dan pengelola usaha diimbau untuk mendukung penerapan prinsip keselamatan kerja dengan menyediakan alat bantu angkut mekanis. Penggunaan troli, sabuk penopang pinggang (back support), dan pengaturan jam istirahat yang cukup terbukti mampu menekan risiko kelelahan fisik ekstrim para buruh. Sinergi antara pemilik usaha, pekerja, dan tim medis menciptakan lingkungan kerja yang aman, memanusiawikan pekerja, dan bebas dari bahaya kesehatan. Produktivitas perusahaan meningkat seiring dengan terjaminnya kesejahteraan para buruh.
Kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan tulang belakang buruh ini akan dijadwalkan secara berkala di berbagai sentra industri perdesaan Grobogan. Fasilitas konsultasi kesehatan kerja gratis juga disiapkan di puskesmas terdekat untuk melayani para pekerja yang membutuhkan terapi fisik. Diharapkan angka kesakitan dan kecelakaan kerja di tingkat buruh lapangan dapat diturunkan hingga ke tingkat paling minimal. Pekerja yang sehat dan kuat merupakan tulang punggung utama perekonomian daerah yang tangguh.
