Sektor pertanian di berbagai wilayah menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, yaitu meredupnya ketertarikan generasi muda untuk berprofesi sebagai tenaga petani. Akibatnya, para petani yang ada kini kesulitan mencari bantuan, terutama saat musim panen tiba. Di beberapa daerah, kebutuhan akan tenaga petani bahkan harus diantisipasi jauh-jauh hari, dengan pemesanan hingga 15 hari sebelum pekerjaan dimulai.
Fenomena ini dirasakan betul oleh para petani di Desa Subur Makmur, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Menurut Bapak Jajang Suryana, seorang petani sayuran senior di desa tersebut, pada hari Kamis, 8 Mei 2025, mencari tenaga petani saat ini sangat sulit. “Dulu, anak-anak muda di sini banyak yang mau membantu saat panen. Sekarang, mereka lebih memilih bekerja di pabrik atau di kota. Kami terpaksa memesan pekerja dari desa lain jauh hari sebelum panen,” ujarnya dengan nada prihatin.
Salah satu alasan utama menurunnya minat generasi muda menjadi generasi tenaga petani adalah stigma bahwa pekerjaan ini kurang bergengsi, melelahkan, dan penghasilannya tidak sebanding dengan pekerjaan di sektor lain. Selain itu, kurangnya inovasi teknologi di bidang pertanian juga membuat pekerjaan ini terasa kurang menarik bagi generasi yang tumbuh dengan teknologi digital. Minimnya transfer pengetahuan dan keterampilan dari generasi petani tua ke generasi muda juga memperparah kondisi ini.
Data dari Kelompok Tani Maju Jaya Desa Subur Makmur yang dikumpulkan pada tanggal 15 Mei 2025 menunjukkan bahwa dari total 120 anggota kelompok tani, hanya sekitar 15 orang yang berusia di bawah 35 tahun. Mayoritas anggota berusia di atas 50 tahun, mengindikasikan adanya krisis regenerasi tenaga petani yang nyata. Kondisi ini tentu mengancam keberlangsungan sektor pertanian di wilayah tersebut dalam jangka panjang.
Berbagai upaya kini tengah diinisiasi oleh pemerintah daerah dan organisasi petani untuk mengatasi masalah ini. Program-program seperti pelatihan pertanian modern, pemberian bantuan modal usaha bagi petani muda, serta kampanye peningkatan citra profesi petani melalui media sosial dan platform digital diharapkan dapat menarik minat generasi muda. Selain itu, penting juga untuk mendorong adanya transfer pengetahuan dan teknologi pertanian dari generasi tua ke generasi muda agar keterampilan bertani tetap lestari dan relevan dengan perkembangan zaman.
Informasi tambahan: Berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat per tanggal 17 Mei 2025, terjadi penurunan jumlah pekerja di sektor pertanian sebesar 20% dalam lima tahun terakhir.
