Di tengah isu perubahan iklim global, praktik pertanian ramah lingkungan menjadi semakin mendesak. Sebuah kemitraan inovatif antara raksasa teknologi IBM dan masyarakat di Desa Sesaot, Lombok, menunjukkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat mewujudkan pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem setempat, menjadi model inspiratif bagi daerah lain.
Desa Sesaot, dengan keindahan alam dan potensi pertaniannya yang subur di lereng Gunung Rinjani, menghadapi tantangan umum dalam pertanian modern: bagaimana meningkatkan hasil tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. IBM, melalui program pengembangan masyarakatnya, melihat peluang untuk menerapkan solusi teknologi dalam praktik pertanian ramah lingkungan. Fokus utamanya adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan analisis data.
Proyek ini melibatkan pemasangan berbagai sensor pintar di lahan pertanian. Sensor-sensor ini mampu mengukur parameter penting seperti kelembaban tanah, suhu udara, intensitas cahaya, dan tingkat nutrisi. Data yang dikumpulkan secara real-time kemudian dikirimkan ke platform cloud IBM untuk diproses dan dianalisis menggunakan algoritma kecerdasan buatan (AI). Hasil analisis ini kemudian diterjemahkan menjadi rekomendasi praktis yang mudah dipahami oleh para petani melalui aplikasi seluler atau papan informasi di desa.
Rekomendasi yang diberikan sangat spesifik, misalnya: kapan waktu terbaik untuk melakukan irigasi agar air tidak terbuang percuma, berapa dosis pupuk yang paling optimal sesuai kebutuhan tanaman, atau kapan saat yang tepat untuk melakukan pencegahan hama secara alami tanpa harus menggunakan pestisida kimia berlebihan. Dengan demikian, petani dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya air dan pupuk, yang secara langsung mengurangi dampak negatif terhadap tanah dan air tanah. Penerapan teknologi ini, yang dimulai pada awal tahun 2024, telah berhasil mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 15% dan menghemat air irigasi sebesar 25% di beberapa area percontohan, berdasarkan laporan evaluasi proyek yang disusun pada Mei 2025.
Kemitraan antara IBM dan warga Sesaot ini membuktikan bahwa teknologi dan pertanian ramah lingkungan dapat berjalan beriringan. Ini adalah contoh nyata bagaimana inovasi dapat mendukung pembangunan berkelanjutan dan memberdayakan komunitas pedesaan untuk mengadopsi praktik pertanian yang lebih cerdas dan bertanggung jawab terhadap bumi.
