Kemarau Panjang Bikin Petani di Cirebon Pusing Tujuh Keliling!

Cirebon, Jawa Barat, kembali dirundung masalah pelik akibat kemarau panjang. Para petani di berbagai wilayah kini tengah merasakan dampak buruk kekeringan yang mengancam gagal panen dan membuat mereka pusing tujuh keliling. Kondisi ini tidak hanya mengkhawatirkan dari segi ekonomi para petani, tetapi juga berpotensi mengganggu ketahanan pangan regional.

Menurut pantauan pada Kamis, 10 April 2025, kemarau panjang yang melanda Cirebon sejak beberapa waktu terakhir semakin memperparah kondisi lahan pertanian. Sawah-sawah yang mengandalkan tadah hujan kini mengering dan retak-retak. Sumber air irigasi pun menyusut drastis, membuat para petani kesulitan mendapatkan pasokan air yang cukup untuk tanaman mereka, terutama padi yang memasuki masa pertumbuhan krusial.

Lokasi terparah yang dilaporkan mengalami kekeringan meliputi beberapa kecamatan sentra pertanian di Kabupaten Cirebon, seperti Waled, Ciledug, Pangenan, dan wilayah lainnya yang mengandalkan curah hujan. Para petani di tempat-tempat ini mengungkapkan kekhawatiran mendalam akan potensi gagal panen jika kondisi kemarau terus berlanjut. Biaya produksi yang sudah dikeluarkan terancam sia-sia, dan mereka terancam kehilangan mata pencaharian.

“Sudah beberapa minggu ini tidak ada hujan. Sungai juga kering. Kami bingung bagaimana cara mengairi sawah,” keluh Bapak Karno (55), seorang petani padi di Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Cirebon, pada Kamis (10/4/2025). Beliau dan petani lainnya berharap adanya bantuan segera dari pemerintah terkait ketersediaan air.

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui dinas terkait dilaporkan tengah berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah kekeringan ini, seperti mengoptimalkan sumber air yang ada, melakukan pompanisasi di beberapa titik, dan memberikan sosialisasi kepada petani mengenai cara pengelolaan air yang efisien. Namun, dengan kemarau panjang yang diprediksi masih akan berlangsung, tantangan yang dihadapi para petani semakin berat.

Kondisi kemarau panjang ini menjadi pukulan telak bagi sektor pertanian di Cirebon. Para petani berharap agar cuaca segera kembali normal dan ada solusi jangka panjang yang dapat mengatasi masalah kekeringan di musim kemarau, sehingga mereka tidak terus menerus pusing menghadapi ancaman gagal panen.