Atropa belladonna, atau yang lebih dikenal sebagai deadly nightshade, adalah tanaman beracun yang memiliki sejarah kelam karena kandungan alkaloid tropane yang sangat toksik di seluruh bagiannya, terutama atropin dan skopolamin. Meskipun memiliki bunga ungu berbentuk lonceng dan buah beri hitam yang tampak menarik, konsumsi tanaman beracun ini dapat menyebabkan efek samping yang parah, bahkan berakibat fatal. Kewaspadaan terhadap Atropa belladonna sangat penting, terutama karena tanaman ini dapat tumbuh liar di berbagai habitat dan terkadang ditanam sebagai tanaman hias.
Deadly nightshade adalah tanaman herba abadi yang dapat tumbuh hingga ketinggian 1,5 meter. Daunnya berbentuk oval dan bunganya muncul di musim panas. Buah berinya yang manis seringkali menarik bagi anak-anak, namun hanya beberapa buah saja sudah cukup untuk menyebabkan keracunan serius. Seluruh bagian tanaman beracun ini, termasuk akar, batang, daun, bunga, dan buah, mengandung alkaloid berbahaya.
Gejala keracunan akibat tanaman beracun Atropa belladonna dapat muncul dengan cepat, biasanya dalam waktu 30 menit hingga satu jam setelah konsumsi. Gejala awal meliputi mulut dan tenggorokan kering, penglihatan kabur, pupil mata melebar, sensitivitas terhadap cahaya, kulit memerah dan kering, serta peningkatan detak jantung. Dalam kasus yang lebih parah, keracunan dapat menyebabkan halusinasi, delirium, kejang, koma, dan bahkan kematian akibat gagal napas. Tidak ada penawar racun spesifik, dan penanganan medis berfokus pada stabilisasi pasien dan penanganan gejala.
Pada tanggal 18 Mei 2025, Dr. Ratna Dewi, seorang farmakognosi dari Universitas Indonesia, Jakarta, dalam sebuah diskusi tentang senyawa bioaktif berbahaya dari tumbuhan, menekankan pentingnya pengetahuan tentang tanaman beracun seperti Atropa belladonna. “Sejarah mencatat penggunaan Atropa belladonna sebagai racun sejak zaman dahulu. Penting bagi masyarakat modern untuk tetap waspada dan mengenali tanaman ini, terutama di area publik dan tempat bermain anak-anak,” ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa efek toksik alkaloid tropane dapat bervariasi tergantung pada dosis dan sensitivitas individu.
Pada tanggal 5 Juni 2025, dilaporkan kejadian beberapa anak di sebuah desa di Eropa Timur yang mengalami keracunan setelah tidak sengaja memakan buah beri dari tanaman beracun Atropa belladonna yang tumbuh liar di dekat hutan. Berkat tindakan cepat orang tua dan petugas medis setempat, anak-anak tersebut berhasil selamat setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai di alam liar dan perlunya pengawasan ketat terhadap anak-anak.
Meskipun sangat beracun, ekstrak Atropa belladonna dalam dosis yang sangat kecil dan terkontrol telah digunakan dalam pengobatan tradisional dan modern untuk mengobati berbagai kondisi, seperti kram perut, asma, dan mabuk perjalanan. Namun, penggunaannya harus sangat hati-hati dan hanya di bawah pengawasan dokter karena potensi efek samping yang serius. Secara keseluruhan, Atropa belladonna tetaplah tanaman beracun yang sangat berbahaya dan harus dihindari untuk mencegah risiko keracunan yang fatal.
