IPDA Purwanto, seorang perwira polisi yang dikenal visioner, memiliki tujuan mulia untuk bentuk kemandirian pangan di sebuah desa. Ia berambisi mengubah desa tersebut menjadi produsen sayur organik yang mandiri, memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi secara berkelanjutan dan sehat. Inisiatif ini tidak hanya akan bentuk kemandirian ekonomi lokal tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Gagasan untuk bentuk kemandirian pangan melalui sayur organik ini muncul dari keprihatinan IPDA Purwanto terhadap ketahanan pangan di tingkat pedesaan serta potensi lahan yang belum optimal. Ia percaya bahwa dengan memaksimalkan potensi pertanian lokal dan menerapkan metode budidaya organik, desa tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, sekaligus menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi.
Untuk mencapai tujuan ini, IPDA Purwanto telah merancang sebuah program komprehensif yang melibatkan edukasi, pelatihan, dan pendampingan. Ia bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk ahli pertanian organik, lembaga swadaya masyarakat, dan pemerintah daerah. Program ini akan fokus pada transfer pengetahuan tentang teknik budidaya organik yang efisien, pengelolaan hama secara alami, serta praktik panen dan pascapanen yang benar.
Sebagai contoh, pada hari Senin, 19 Mei 2025, pukul 09.00 WIB, IPDA Purwanto memimpin rapat koordinasi perdana dengan perwakilan warga desa dan tim ahli di balai desa. Dalam pertemuan itu, ia memaparkan rencana aksi dan target yang ingin dicapai. “Kita tidak hanya ingin bentuk kemandirian dalam hal pangan, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang sehat dan ramah lingkungan. Dengan sayur organik, kita bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dan kesehatan yang berlipat,” tegas IPDA Purwanto. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif setiap keluarga dalam menyukseskan program ini.
Langkah-langkah awal program ini meliputi identifikasi lahan potensial, penyediaan bibit unggul sayuran organik, serta pembangunan sistem irigasi sederhana yang efisien. Selain itu, akan dibentuk kelompok-kelompok tani yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program ini. Diharapkan, dengan dedikasi dan kerja keras, desa tersebut dapat menjadi model bentuk kemandirian pangan berbasis sayur organik yang berhasil, memberikan inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengikuti jejak serupa. Ini adalah wujud nyata pengabdian Polri di luar tugas keamanan, demi kesejahteraan masyarakat.
